Category: Guyana Perancis

Pembahasan Kondisi Umum Di Guyana Perancis

Pembahasan Kondisi Umum Di Guyana Perancis

Guyana Perancis, (Perancis: Guyane atau Guyane francaise) ialah sebuah departemen Prancis di area Amazonia Amerika Selatan, berbatasan dengan Samudra Atlantik di utara, Suriname di barat dan dengan Brasil di sebelah unsur timur dan selatan. Letak Guyana Perancis ini ditata sebagai provinsi seberang lautan Perancis dengan hak yang sama dan hak istimewa yang diserahkan kepada seluruh departemen Perancis lainnya dan manfaat keuangan dari pengaturannya.
Secara umum letak dari Guyana Perancis ini dapat disaksikan dalam peta inilah ini:

Pembahasan Kondisi Umum Di Guyana Perancis

Dari peta dia atas terlihat di antara kota terbesar sekaligus ibu kota negara Guyana Perancis ialah Cayenne. Guyana Perancis sendiri adalahsebuah negara kecil dengan luas lokasi 91.000 Km², dan kepadatan penduduknya ialah 199.509 jiwa (Juli, tahun 2006). Bahasa yang dipakai di Guyana Perancis adalalah bahasa Perancis (French), sebab negara ini ialah bekas jajahan dari Perancis dan sampai ketika ini Perancis juga masih berperan besar dalam pemerintahan dan politik di Guyana Perancis.

B. Kondisi Non Fisik Di Guyana Perancis

Kondisi Non Fisik Di Guyana Perancis

  • Sejarah
    Guyana Perancis kesatu kali dihuni oleh orang Perancis tahun 1604, Guyana Perancis familiar sebagai hunian semua pelanggar hukum sampai 1951. Wilayah ini lantas berstatus département luar negeri Perancis pada 19 Maret 1946.
    Hampir sama dengan sejarah dari Negara Suriname dan Guyana, negara Guyana Perancis ini dulunya adalahbagian dari Negara Guyana dan bekas jajahan bangsa-bangsa Eropa. Ketika bangsa-bangsa imperialis Eropa bersaing menguasai Guyana, sebuah dataran luas yang terletak salah satu Samudera Atlantik, Sungai Amazon, Rio Negro, Sungai Cassiquiare dan Sungai Orinoco. Semula dataran ini oleh para berpengalaman kartografi diberi nama Guyana Karibania (Guyana yang berarti dataran luas yang dialiri oleh tidak sedikit sungai dan Karibania dari kata Caribs yakni nama warga asli yang kesatu kali menempati dataran tersebut).
    Dalam suatu kisah fiktif “El Dorado”, Guyana dicerminkan sebagai sebuah wilayah yang kaya bakal kandungan emas. Para berpengalaman sejarah memperkirakan bahwa kisah fiktif itu adalahsalah satu hal yang mendorong orang-orang Eropa untuk berlomba menguasai Guyana. Pada tahun 1449 pelaut Spanyol, Alonzo de Ojeda dan Juan de la Cosa berlayar menyusuri pantai unsur timur laut Amerika Selatan, yang saat tersebut mereka sebut Wild Coast, dan tiba di distrik Guyana. Vincent Juan Pinzon lantas menguasai Guyana atas nama Raja Spanyol. Selama abad ke-16 dan ke-17, Guyana dikuasai silih berganti oleh Spanyol, Belanda, Inggris, Perancis dan Portugal. Pada tahun 1530 Belanda menegakkan pusat perniagaan kesatu di dataran tersebut. Pada tahun 1593 raja Spanyol memungut alih dan menguasai Guyana sampai tahun 1595, yaitu saat para bangsawan Inggris datang dan mulai mengusai daerah-daerah pantai. Sementara itu, Belanda mulai mengembangkan perdagangannya secara bertahap di wilayah pedalaman. Daerah Guyana sepenuhnya jatuh ke tangan Inggris semenjak tahun 1630 sampai tahun 1639. Pada tahun yang sama Belanda sukses menguasai kembali mayoritas Guyana sementara Perancis menguasai daerah-daerah di samping sungai Suriname. Akibat dari kompetisi tersebut, distrik Guyana ketika ini terbagi menjadi lima bagian yakni Guyana Espanola (bagian dari Venezuela sekarang); Inglesa (Guyana sekarang); Holandesa (Suriname); Guyana Perancis (Cayenne) dan Portuguesa (bagian dari distrik Brazil).
  • Penduduk
    Sekitar 70% dari warga Guyana Perancis yang bermain di Bandar Bola bermukim di perkotaan, selebihnya di wilayah pedesaan. Mayoritas penduduk ialah orang Kreol (mulatto). Kelompok Kreol negeri ini masih merawat pola-pola sosial Afrika, terutama dalam urusan struktur kekeluargaan. Mereka berkata dalam dialeg Kreol Antilla.
    Orang India ialah penduduk pribumi area ini. Mereka terdiri dari sejumlah kelompok suku, Caribe (Galibo), Palicur, dan Arawak, yang menghuni pesisir; sementara suku Oyampi, Oyana, dan Emerillon bermukim di pedalaman. Kelompok Negro, yakni keturunan semua budak dari Afrika, mendiami wilayah S.Maroni. mereka tetap mempertahankn teknik hidup suku-suku Afrika. Meraka berkata dalam Bahasa Taki-Taki (Sranan) yang sudah diprovokasi bahasa Inggris, Portugis, dan Belanda. Selain kumpulan tersebut di atas, ada kumpulan minoritas yakni orang Perancis, Libanon, Cina, dan mulatto Haiti. Di Guyana Perancis terdapat sejumlah variasi keagamaan, tetapi kumpulan mayoritas ialah penganut agama Katolik Roma (sekitar 90%).
  • Pendidikan
    Tingkat melek huruf warga negeri ini telah menjangkau 82% (1982). Pada tahun doktrin 1985-1986 di Guyana Perancis ada 76 sekolah dasar (siswa: 15.620), 8 sekolah lanjutan (siswa: 5.529), dan 1 perguruan tinggi (mahasiswa 239). Sejumlah mahasisiwa dari depatermen ini melanjutkan studi mereka ke sejumlah perguruan tinggi di negara-negara Karibia atau Perancis.
  • Pembagian Wilayah Administrasi
    Wilayah di Guyana Perancis terbagi menjadi sembilan kota, antara beda sebagai berikut:
    1. Cayenne, adalahibu kota administrasi di Guyana Perancis.
    2. Dégrad des Cannes
    3. Kourou
    4. Le Larivot
    5. Maripasoula
    6. Régina
    7. Saint–Laurent–Du–Maroni, adalahkota yang letaknya di sepanjang sungai Maroni, yang menyusun perbatasan alami antara Suriname dan Guyana Prancis.
    8. Saül
    9. St.Georges (Saint–Georges–de–l’Oyapock), adalahkota yang terletak di sungai Oyapock, yang adalahbatas alam antara Brasil dan Prancis Guyana.
  • Politik dan Pemerintahan
    Sebagai unsur integral Perancis, Guyana Perancis dengan distrik terbesar di luar Eropa tergolong dalam Uni Eropa. Guyana Prancis ialah situs permukiman pidana familiar (secara kolektif dikenal sebagai Pulau Iblis) sampai tahun 1951. Badan Antariksa Eropa mengenalkan satelit komunikasi dari Kourou. Hal ini adalahsalah satu bukti bahwa Guyana Perancis adalahwilayah di Amerika Selatan yang masih diperintah oleh bangsa luar negeri.
    Guyana Perancis ini adalahdepatermen yang terdiri dari dua arrondissement (setingkat kabupaten): Cayenne dan Saint-Laurent-du-Maroni. Depatermen ini digunakan oleh seorang prefek yang ditolong oleh majelis umum yang beranggotakan 16 orang. Guyana Perancis mengutus dua wakil ke Parlemen Perancis, setiap seorang di senat dan di Dewan Perwakilan Rakyat. Pertahanan dan ketenteraman depatermen ini ditangani oleh 2.700 militer, tergolong pasukan Perancis yang ditempatkan di Puasat Angkasa Luar Kourou.
  • Ekonomi
    Sektor pertanian, kehutanan, terutama perikanan adalahpenunjang urgen perekonomian di Guyana Perancis. Neraca perniagaan negara ini masih merasakan deficit hingga tahun 1986, sampai-sampai masih mesti tidak sedikit dibantu oleh Perancis.
    Sektor pertanian negeri ini menghasilkan tebu, beras, singkong, pisang, dan sayur mayor. Hasil hutan yaitu kayu gelondongan, pada tahub 1985 sejumlah 254.000 m³. Sedangkan hasil laut, yaitu udang dan ikan sejumlah 2.990 metrik ton. Hasil sektor ini secara borongan bernilai F53,4 juta (1979), atau sejumlah 5,3 %dari total produk domestic bruto. Sekitar 12% dari tenaga kerja negeri terserap di sektor ini.
    Hasil pertambangan negeri ini mencakup emas, bauksit, kolumbt, kerikil dan pasir. Sedangkan hsil industry perpabrikan mencangkup susu, kayu olahan, minuman (rum, bird an sari buah), dagangan kulit, dan pakaian jadi. Hasil sektor industry ini sebesar F 36,6 juta (1979), atau sebesar 3,7% dari total produk dalam negeri bruto.
    Neraca perniagaan Guyana Perancis masih merasakan defisit. Ekspornya bernilai F 255,5 juta (1986), terdiri dari udang, kayu dan produk-produknya, beras dan produk logam. Nilai impornya sebesar F 2,057 milyar (1986). Barang-barang impor terdiri dari bahan makanan, mesin dan alat-alat transport, bahan bakar mineral, dan bahan-nahan kimia. Mitra dagang utama depatermen ini ialah Perancis, Amerika Serikat, Jepang, dan negara-negara Karibia.
    Transportasi di Guyana Perancis, ada jalan raya sepanjang 1.112 Km (1986). Di wilayah pesisir, jalan raya menghubungkan Ceyenne dan Saint-Laurent-du-Maroni, dan dengan wilayah perbatasan Brazillia. Sarana angkutan di pedalaman dilaksanakan dengan kapal-kapal sungai atau pesawat terbang. Di Rochambeau, dekat Cayenne, ada Bandar udara internasional yang melayani penerbangan ke Perancis, Peru, dan Brazillia. Cayenne pun adalahkota pelabuhan. Bagi menampung kapal-kapal besar, ada pelabuhan di Degrad dan Cannes.

C. Kondisi Fisik Di Guyana Perancis
Daratan Guyana Perancis adalahbagian dari dataran tinggi Guyana, yang terbagi atas dua bagian: Cayenne dan Saint-Laurent-du-Maroni. Bagian-bagian dataran pesisir yang terbentuk dari deposit alluvial mencapai elevasi sekitar 200 mdpl. Bagian tenggara wilayah Cayenne berbentuk dataran rawa-rawa pesisir yang ditumbuhi pohon bakaudan rerumputan, sementara di sebelah barat Cayenne terdapat wilayah sabana. Kawasan selebihnya diselimuti hutan lebat tropis.
Guyana Perancis memiliki tidak sedikit sungai, diantaranya yang mengalir dari barat ke timur ialah Sungai Oyapock, Sungai Approuague, Sungai Comte, Sungai Sinnamary, Sungai Kourou dan Sungai Maroni yang menjadi perbatasan dengan Suriname. Secara astronomis, Guyana Perancis ini terletak di 2° – 6° LU. Suhu rata-rata tahunan berkisar antara 25° – 27°C di wilayah Cayenne, dengan curah hujan rata-rata 3.800 mm per tahun. Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Desember hingga Juli, bahkan di unsur tenggara dapat lebih tinggi lagi (3.980 mm), di area timur laut curah hujan agak tidak cukup (sekitar 2.400 mm). Angin pasat unsur timur laut tetap berhembus.
Sekitar 90% dari daratan Guyana Perancis diselimuti hutan hujan tropis. Hutannya terdiri dari kayu-kayu keras. Sedangkan guna fauna, satwa binal negeri ini terdiri dari tapir, buaya kaiman, oselot, sipemalas, pemakan semut, armadillo. Terdapat juga sekian banyak spesies burung, di antaranya kawanan burung betet. Berbagai jenis monyet, ikan, ular, dan fauna pengerat, pun menghuni area ini.

BAB III
KESIMPULAN

Guyana Perancis adalahsuatu depatermen seberang lautan Perancis (bernama Depaterment de la Guyana Francaise), yang terletak di pesisir timurlaut Amerika Selatan. Negara ini adalahjajahan Perancis, pada tahun 1600-an. Walaupun Guyana Perancis ialah negara yang kecil, sebetulnya dia adalahnegara yang kaya, sebab mempunyai pertambangan emas. Namun, sebab sebagian distrik di negara ini masih dikuasai oleh luar negeri (Perancis) maka laksana halnya Indonesia, hasil dari pertambangan beberapa besar ialah menjadi kepunyaan negara yang berkuasa (Perancis). Oleh karena tersebut samapai ketika ini negara Guyana Perancis masih disebutkan sebagai negara berkembang, sebab negara ini kecil informasi tentang eksistensi negara Guyana Perancis juga belum banyak.

Categories: Guyana Perancis

Tags:

Latar Belakang Sejarah Guyana Perancis

Pendahuluan Latar Belakang Sejarah Guyana Perancis

Latar Belakang Sejarah Guyana Perancis

Amerika Latin (bahasa Portugis dan bahasa Spanyol: América Latina; bahasa Perancis: Amérique Latine) ialah sebutan guna wilayah benua Amerika yang mayoritas penduduknya adalahpenutur pribumi bahasa-bahasa Roman (terutama bahasa Spanyol dan bahasa Portugis) yang berasal dari bahasa Latin. Istilah Amerika Latin digunakan untuk memisahkan wilayah ini dengan distrik Anglo-Amerika yang kadang-kadang digunakan untuk menyebut distrik benua Amerika dengan beberapa besar penduduk ialah penutur pribumi bahasa Inggris. Pembedaan “Amerika Latin” dan “Anglo Amerika” sering dirasakan sebagai pembedaan yang memuliakan peninggalan bangsa-bangsa Eropa. Kedua istilah ini tidak mempertimbangkan kenyataan sebagian distrik benua Amerika (misalnya Peru dan Guatemala) dihuni warga asli Amerika yang mempunyai bahasa sendiri. Di samping itu, masih terdapat lagi distrik dengan pengaruh kebudayaan Afrika yang kuat, laksana Karibia, beberapa Kolombia, Venezuela, dan area pesisir Brazil.
Secara umum, istilah Amerika Latin melulu merujuk untuk wilayah di benua Amerika yang penduduknya masih bekerja sebagai Agen Bola dan berkata bahasa Spanyol atau Portugis, yaitu Meksiko, mayoritas Amerika Tengah, Amerika Selatan, diperbanyak Kuba, Republik Dominika, Puerto Riko di Karibia. Dimana mayoritas negara-negara di Amerika Latin ini masih adalahnegara berkembang, sebab masih kuatnya pengaruh penjajahan Spayol atau Portugis di masing-masing wilayah. Dalam makalah yang berjudul “Negara Guyana Perancis” ini akan dibicarakan mengenai di antara negara berkembang di Amerika Latin yakni Guyana Perancis yang adalahnegara unsur Amerika Selatan.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaiman situasi umum Guyana Perancis?
2. Bagaimanakah situasi non jasmani (sosial dan budaya) di Guyana Perancis?
3. Bagaimanakah kondisi jasmani Guyana Perancis?

C. Tujuan Penulisan
1. Menjelaskan situasi umum di Guyana Perancis.
2. Menjelaskan situasi non jasmani (sosial dan kebiasaan ) di Guyana Perancis.
3. Menjelaskan kondisi jasmani wilayah di Guyana Perancis.

Mayoritas populasi negeri mungil di Amerika Selatan ini terkonsentrasi di sepanjang pesisir dan di ibu kotanya, Cayenne. Di area sungai di perbatasan Suriname, ada komunitas Bush Negro, keturunan budak-budak yang melarikan diri, yang diangkut dari Afrika guna bekerja di perkebunan. Bahasa yang mereka gunakan ialah semacam bahasa kreol yang dinamakan Sranantongo. Sekitar seratus tahun yang lalu, imigran Asia hadir dari Singapura, Vietnam, dan Cina. Pada tahun 1977, orang-orang Hmong mulai datang sebagai pelarian politik dari Laos. Di samping orang-orang Asia, imigran dari Martinik, Guadeloupe, Haiti, Brasil, Suriname, Republik Dominika, Saint Lucia, Lebanon, Peru, dan dari metropolitan Prancis menyusun lebih dari separuh penduduknya yang berjumlah lebih dari 150.000 jiwa.